My Short Journey to West Sumatera 2

Melanjutkan postingan sebelumnya, dari danau Maninjau saya melanjutkan perjalanan ke Padang melalui kota Pariaman. Di Pariaman saya singgah sebentar di sebuah pantai di pinggir kota Pariaman, namanya pantai Artha. Pantai nya lumayan bersih, belum terlalu ramai, tiket masuk dan parkir nya juga ngga mahal. Pantai nya berpasir putih, airnya biru jernih, tetapi ombaknya lumayan besar, tempat yang nyaman untuk bersantai bersama keluarga sambil menikmati cemilan laut yang dijual oleh warga sekitar.

pantai Artha Pariaman

pantai Artha Pariaman

 

 

Setelah singgah sekitar 1 jam di Pariaman, perjalanan ke Padang kembali dilanjutkan. Sekitar pukul 5 sore saya tiba di kota Padang. Setelah check in di sebuah hotel di daerah Muaro saya memutuskan untuk menikmati sunset dari Jembatan Siti Nurbaya yang berada didaerah dermaga Muaro. Tempat ini adalah tempat favorit bagi para pemburu sunset. Kalau cuaca cerah, teman-teman akan mendapatkan foto bagus. Kebetulan cuaca sore itu lumayan cerah. Setelah sunset saya kembali ke hotel. Perjalanan ke Painan saya lanjutkan pada pagi hari.

sunset dermaga Muaro dari Jembatan Siti Nurbaya

Keesokan pagi saya melanjutkan perjalanan ke Painan pada pukul 8 pagi. Telat memang, tetapi daripada tidak berangkat sama sekali ya harus berangkat. Rasa penasaran mengalahkan kantuk dan rasa penat dibadan. Perjalanan ke Painan dari Padang ditempuh dalam waktu 2 jam (nyetir santai). Sebenarnya banyak pemandangan yang bagus disepanjang perjalanan, tetapi berhubung bangun telat bangun dan penasaran ya maybe next visit akan saya foto. Sekitar pukul 11 siang saya sampai di Painan, tepatnya pantai Carocok, dan ternyata, benar-benar menakjubkan. Langit biru, air yang jernih, pantai pasir putih dan bersih. Subhanallah. Setelah ambil beberapa shoot di pantai Carocok, saya memutuskan untuk menyebrang ke pulau Cingkuak, pulau kecil terdekat dari pantai Carocok, hanya 5 menit menyebrang dengan menggunakan perahu motor dengan biaya Rp 10000 per orang sekali menyebrang.

pantai Carocok
dermaga pantai Carocok

 

salah satu sisi pantai Carocok
alat transportasi menuju pulau Cingkuak
perahu motor di dermaga pantai Carocok

5 menit menyebrang akhirnya tiba juga di pulau Cingkuak. Pulau Cingkuak, dengan luas 4,5 Ha, terletak di kawasan Pantai Carocok Painan. Dahulunya pada masa penjajahan kolonial pulau ini merupakan basis pertahanan penjajah Portugis di daerah Painan, yang mana pada saat itu menjadi pusat perekonomian dan pelabuhan di pantai barat Sumatera.

Di pulau ini banyak terdapat fasilitas bermain air. Tarif nya pun tidak mahal, dengan jaminan keamanan dan petugas pengawas (life guard) yang cukup .

salah satu fasilitas bermain di pulau Cingkuak
jetski

Di pulau ini juga terdapat reruntuhan benteng peninggalan penjajah Portugis yang berdiri sejak zaman VOC . Sayangnya kondisi benteng ini kurang begitu terawat, dan yang terlihat utuh hanya sebagian dari gerbangnya saja. Padahal alangkah baiknya kalau benteng ini dapat dipugar kembali seperti benteng-benteng lain, karena benteng ini juga bagian dari sejarah pendudukan penjajah kolonial.

benteng Portugis

 

gerbang masuk benteng

Setelah lebih kurang 2 jam berada dipulau, motret, dan bermain air, pukul 2 siang saya meninggalkan pulau Cingkuak dan Painan menuju Padang dan kemudian lanjut menuju Batusangkar, kampung halaman saya. Sebenarnya masih banyak yang bisa di eksplor didaerah Painan khususnya pantai carocok ini. Puncak Langkisau, dan beberapa pulau pasir putih di sekitar pantai. Next time, I will..

dermaga pantai Carocok
dermaga pantai Carocok dengan background pulau Cingkuak

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *