Pacu Jawi Alek Nagari

Jam menunjukkan pukul 10.00 pagi, dan saya dan tim telah tiba di Padang Luar, Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar. Nagari yang berjarak 15 Km dari kota Batusangkar. Hamparan sawah yang luas dikelilingi perbukitan terbentang dihadapan mata. Suasana pedesaan begitu kental terasa. Setelah berputar-putar menikmati pemandangan akhirnya saya tiba dilokasi yang telah ditentukan. Dari informasi yang didapat ternyata acara dimulai pukul 12.30. Saya kepagian.

Padang Luar kecamatan Rambatan Tanah Datar
Warga berjalan menuju arena pacu jawi
menuju lokasi pacuan

Tepat 30 menit sebelum acara dimulai saya merapat ke lokasi. Setelah membayar tiket saya menuju tenda panitia. Panitia yang merupakan penduduk lokal menyediakan tenda-tenda sebagai ruang tunggu bagi pengunjung. Selain itu terdapat juga tenda-tenda warung jajanan yang disediakan penduduk setempat.

Jawi = Sapi
Pengunjung

Ditemani secangkir kopi panas saya pun berbincang-bincang dengan panitia tentang agenda pacu jawi yang akan diadakan. “Pacu jawi iko alek nagari yang rutin diadokan tiok tahun” tutur pak Khairul Fahmi sebagai ketua panitia lapangan. Menurut beliau alek nagari (pesta rakyat) yang seperti ini wajib dilestarikan karena ini lah identitas kita, identitas sebagai masyarakat Minang Kabau dan itu tidak hanya pacu jawi saja, tapi seluruh budaya dan tradisi di bumi minang ini. Yang unik dari tradisi berumur ratusan tahun ini yaitu tidak ada pemenang dalam pacuan ini. Semua ini murni acara hiburan untuk rakyat.

Panitia Pacu Jawi
Teman-teman fotografer
Jawi pacuan

Tepat pukul 13.00 acara pun dimulai. Masing-masing pemilik jawi mulai membawa jawi mereka ke arena pacuan. Satu per satu pun mulai menjajal arena pacuan. Saya pun mulai motret. Gampang-gampang susah motret pacu jawi. Awalnya gagal, beberapa kali missed focus. Adapun saran saya untuk teman-teman yang ingin memotret pacu jawi ini:

  • Gunakan lensa tele zoom, tidak harus lensa tele zoom yang mahal, entry level seperti 55-250mm atau 75-300mm sudah cukup.
  • Setting kamera ke mode Continous shot agar kita tidak kehilangan momen dan AI Servo untuk fokus yang akurat.
  • Gunakan diafragma kecil F/6.3 keatas, tujuannya untuk mendapatkan ruang tajam yang luas sehingga jawi dan joki nya tertangkap jelas dan tajam.
  • Speed tinggi. Saat itu saya menggunakan speed 1/800 –1/ 1000 s. tujuan nya agar kita mendapatkan gambar yang benar-benar freeze. Ekspresi joki dan jawi pun terekam baik.
Kombinasi lensa tele dengan settingan speed tinggi, continous shot, fokus AI Servo, dan diafragma kecil. Gambar close up tajam dan freeze

 

Seorang joki terlepas dari jawi-jawinya

Pukul 14.00 saya pun mengakhiri memotret pacu jawi ini. Cuaca yang sangat terik dan rasa lapar membuat saya mengakhiri memotret lebih awal. Sebenarnya acara berlangsung hingga sore hari. Setelah berpamitan ke panitia saya dan tim berangkat pulang. Terima kasih kepada pak Khairul Fahmi yang telah menemani saya selama di lokasi dan pak Efrison atas informasi yang diberikan kepada saya. Sampai jumpa di Alek Nagari berikutnya.

Splash
Struggling
Pacu Jawi Alek Nagari

My Gear:
Canon EOS 400D & Canon EOS 50D
Canon EF-S 10-22mm F/3.5-4.5 & Tamron 70-300mm F/4-5.6
Digital Filter CPL 77mm
Hi Tech Grad ND 0.6

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *