Short Trip to Puncak Mandeh. New Found Paradise!

Salam petualang. Setelah sekian lama tidak berkunjung ke provinsi ini, akhirnya saya berkesempatan lagi untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis di Sumatera Barat.

Jalan Padang Panjang – Padang / road between Padang Panjang – Padang

Perjalanan dimulai pada hari Jumat, 15 Mei 2015. Berangkat jam 7 pagi dari rumah di Batu sangkar, kali ini saya hunting ditemani oleh keluarga walau sebenarnya tidak yakin akan dapat banyak foto karena kali ini judulnya family trip, tapi ya sudahlah dinikmati aja. First stop, PDIKM Padang Panjang.

It has been a long time since my last visit to this province. Finally I had a chance to visit this exotic province for its exotic places. Trip began on Friday, May 15, 2015. Started at 7 am from Batusangkar, at this time, this trip was labelled “Family Trip”. First stop was PDIKM Padang Panjang.

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau adalah salah satu museum budaya Sumatera Barat yang terletak dikota Padang Panjang. Latar belakang didirikannya museum yang dibangun pada tahun 1988 ini adalah sebagai wadah untuk menghimpun berbagai dokumen dan informasi tentang kebudayaan Minangkabau. Museum ini diresmikan pada tanggal 17 Desember 1990. Museum ini terletak 3 km dari pusat kota Padang Panjang dan terletak dipinggir jalan raya Padang Panjang – Padang. Next Stop, air terjun Lembah Anai.

PDIK Minangkabau Padang Panjang, West Sumatera

PDIKM is one of West Sumatera’s cultural museums which is located at Padang Panjang city. Established in 1988, this museum was built as a storage and display for all evidences including journals and photographs that support the history of Minangkabau tribe. PDIKM museum is located 3 km away from downtown of Padang Panjang alongside the road between Padang Panjang and Padang city. Next stop, Lembah Anai waterfall.

PDIK Minangkabau Cultural Museum, Padang Panjang, West Sumatera

 

Air terjun yang terlentak di pinggir jalan lintas Padang – Padang Panjang ini memiliki ketinggian sekitar 35 meter. Diseberang air terjun terdapat jembatan kereta api peninggalan Belanda. Berjarak 60 km dari kota Padang, akses ke objek wisata ini bisa ditempuh dengan kendaraan umum dan pribadi. Tiket masuk ke lokasi ini juga tidak mahal, Rp 3000,- untuk dewasa dan Rp 2000,- untuk anak-anak. Menepi hampir setengah jam perjalanan dilanjutkan ke kota Padang lalu menuju Pesisir Selatan.

Lembah Anai Waterfall, Padang Panjang

Lembah Anai waterfall is located at the edge of the road which connect Padang city with Padang Panjang city. This waterfall has 35m height. 60 Km away from the capital Padang city, this destination can be accessed by both private vehicle and public transportation. To enter this place, you will be charged IDR 3000 for adult and IDR 2000 for children. After 30 minutes stop, we moved to Padang for next destination.

Lembah Anai Waterfall alongside the road and railroad

 

Setelah melaksanakan ibadah Jumat akhirnya saya tiba di destinasi ketiga, yaitu Kawasan Wisata Mandeh. Terletak dipesisir selatan tepatnya di kecamatan koto XI Tarusan, kawasan ini berjarak 56 km dari kota Padang. Tujuan pertama dilokasi ini yaitu Puncak Mandeh. Dari Puncak Mandeh ini kita bias melihat gugusan kepulauan kecil disekitar teluk Carocok. Ditempat ini sedang dibangun fasilitas dan infrastruktur wisata. Semoga saja diakhir tahun sudah bisa digunakan. Saran dari saya kalau ingin ke puncak mandeh yaitu gunakan mobil dengan ground clearance yg tinggi.

Puncak Mandeh from top view. A new paradise has found!

After “sholat Jumat”, finally we reached at third destination. Tourism area Mandeh is 56 km away from Padang city. The destination is Mandeh Peak. From this view we can see small islands around gulf of Carocok. The tourism facility in this place is under construction. Estimate will be completed by the end of this year. I recommend high ground clearance car to visit this site.

Gulf of Carocok Tarusan. View from Puncak Mandeh

 

Puas selfie di Puncak Mandeh, saya menuju pantai Batu Kalang. Mungkin nama pantai ini masih asing dan tidak se populer pantai Carocok di kota Painan tapi keindahan pantai ini juga tidak kalah dengan pantai Carocok di Painan. Keunikan pantai ini terletak pada batu-batu yang menghiasi bibir pantai yang sekilas mirip dengan batu-batu di pantai Tanjung Tinggi di Bangka Belitung. Sayangnya ketika saya tiba dsini cuaca agak mendung dan berangin. Yes, this was my last stop for this short trip. Pengen rasanya balik lagi ke daerah ini tapi diusahakan lebih pagi. Keep stay tune at www.andyadam.com guys.. 😉

Batu Kalang beach, quite similar to Tanjung Tinggi beach at Bangka Belitung
Big Rocks, spread at the seashore, Batu Kalang Beach

From Mandeh peak we moved to Batu Kalang beach. Not as popular as Carocok beach at Painan city but this beach offer you a fabulous view of big rocks along the sea shore, similar to Tanjung Tinggi beach at Bangka Belitung islands. Unfortunately, the weather at that time was not quite good, windy and cloudy. After few shots, I decided to back to Padang city due to bad weather. Hopefully I can visit this spot earlier next time. Keep stay tune at www.andyadam.com guys.. 😉

Low tide at Batu Kalang Beach

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *